Mesin Waktu
Pada tahun 2026 dunia sudah mulai dikuasai teknologi canggih. Semua fasilitas umum serba canggih. Mobil dan kereta api tidak lagi berjalan di tanah tetapi melayang di udara. Mobil-mobil itu terbang seperti capung dan kereta meliuk cepat bagai naga melintasi rel yang ada di atasnya. Di tengah hiruk pikuk kota yang serba modern itu, ada tiga sahabat yang bernama Jaka, Nakula, dan Aleksa. Mereka selalu bersama, saling membantu dan menjaga ketika di tempat umum. Mereka bersekolah di sekolah yang sama, tepatnya di SMP Cinta Bangsa. Jika pulang sekolah mereka biasanya selalu bersama.

Saat itu mereka menuju ke stasiun kereta melayang yang jaraknya dekat dari sekolah mereka. Saat mereka sudah mulai naik, beberapa menit kemudian kereta yang mereka naiki terlempar keluar dari rel yang ada di atas kereta, mereka terlempar ke sebuah hutan yang sangat luas dan gelap bersama dengan penumpang lainnya yang sebagian tewas karena benturan yang sangat kencang saat mereka terjatuh.

Nakula pun berkata, "Di mana kita?" Aleksa menjawab "Aku pun tak tahu" sambil kebingungan
Jaka berkata "Sudah jangan khawatir, yang penting kita selamat" ,"Iya" jawab Aleksa dan Nakula.

Mereka pun berjalan mencari jalan keluar dan mencari pertolongan dengan berjalan ke dalam hutan. Saat mereka di dalam hutan terdengar suara "BUUMM." yang kencang dan membuat tanah bergetar. Mereka pun menghampiri sumber suara itu dengan rasa berani.

Saat sudah hampir dekat dengan sumber suara, mereka melihat sebuah cahaya yang sangat terang dari sana. Saat mereka lihat ternyata itu adalah sebuah mesin waktu yang jatuh dari langit, dengan rasa penasaran mereka mendekati mesin waktu itu dan membukanya. "Satu, dua, tiga. Waaaaow!"

teriak mereka bersama.. Mereka masuk dan tak sengaja Aleksa menekan suatu tombol di dekat pintu masuk. Tiba-tiba mesin waktu itu berputar cepat dan dalam sekejap membawa mereka keluar dari hutan yang gelap itu ke kota yang dekat dengan rumah mereka. Saat sampai mereka hampir tak percaya bahwa mereka mendapat petualangan yang sangat aneh dari mesin waktu itu. Saat mereka keluar dari mesin waktu itu, mesin waktu itu pun tiba-tiba lenyap menghilang dan mereka kembali ke rumah masing-masing.

soal:

1. Tentukan struktur yang tepat dari cerita di atas?

2. Analisa unsur interinsik cerita di atas?

3. Tentukan kebahasaan cerita fantasi yang terdapat pada cerita di atas?


mohon bantuannya ya ka​

PPKn Sekolah Dasar 23. Amir adalah siswa kelas 6 SD Nusa Sentosa. Setiap pagi Amir selalu datang cepat dan tepat waktu ke sekolah. Amir juga selalu mengikuti pelajaran dengan tertib dan mendengarkan guru yang sedang menerangkan pelajaran di depan kelas. Sehingga guru senang dengan perilaku Amir yang rajin. Setiap penerimaan raport Amir selalu mendapatkan juara. Berdasarkan cerita di atas, sebagai seorang pelajar Amir telah melaksanakan .... A hak dan kewajiban B. kewajiban C. hak D. tanggung jawab . 24. Salah satu kewajiban warga negara terdapat pada UUD 1945 pasal 30 ayat 1 yang berbunyi.... A. ikut serta dalam pembelaan negara B. menjunjung tinggi hukum dan pemerintahan C. mengikuti pendidikan dasar D. pekerjaan dan penghidupan yang layak 25. Hak warga negara pada pasal 31 UUD 1945 yaitu di bidang .... A. agama B. pendidikan C. perekonomian D. kebudayaan 26. Saat bermain di halaman sekolah Rini dan teman-temannya dapat menikmati lingkungan bersih yang terhindar dari sampah berserakan. Sehingga mereka merasa nyaman untuk bermain, berlari dan sebagian ada yang berteduh di bawah pohon. Berdasarkan cerita di atas, Rini dan teman-temannya sudah melaksanakan .... A. hak untuk menjaga lingkungan yang sehat dan bersih B. kewajiban menjaga lingkungan dari sampah yang berserakan C. tanggung jawab untuk memelihara lingkungan bersih D. hak dan kewajiban menjaga lingkungan secara seimbang

#bantu jwb nomor 23 - 26 okeee​

B. Indonesia Sekolah Dasar Legenda Batu Batangkup

Pada zaman dahulu, di sebuah dusun di Indragiri Hilir, Riau hiduplah seorang janda bernama Mak Minah dengan ketiga orang anaknya. Anak yang pertama bernama Diang, seorang wanita. Sementara dua orang yang lain adalah laki-laki yang masing-masing bernama Utuh dan Ucin. Untuk memenuhi kebutuhan hidup ketiga anaknya, Mak Minah harus selalu bekerja. Ketiga anak Mak Minah sangat nakal. Mereka tidak mau mendengarkan nasihat Mak Minah. Ketiganya kerap membantah perintah dari ibunya. Mereka hanya suka bermain-main saja, bahkan hingga larut malam. Pada keesokan harinya Mak Minah menyiapkan banyak makanan untuk anak-anaknya. Setelah itu ia pergi ke sungai dan mendekati sebuah batu sambil berbicara. Batu tersebut juga bisa membuka lalu menutup kembali, layaknya seekor kerang. Orang-orang sering menyebutnya dengan batu batangkup. “Wahai Batu batangkup, telanlah saya. Saya tak sanggup lagi hidup dengan ketiga anak saya yang tidak pernah menghormati orang tuanya,” kata Mak Minah. Batu batangkup pun kemudian menelan tubuh Mak Minah, hingga yang tertinggal dari tubuh Mak Minah sebagian rambutnya saja.
Menjelang sore hari, ketiga anaknya mulai merasa heran. Mereka sejak pagi tidak menjumpai emak mereka. Akan tetapi karena makanan yang ada cukup banyak, mereka akhirnya cuma makan lalu bermain-main kembali. Setelah hari kedua, makanan pun mulai habis. Anak-anak Mak Minah mulai kebingungan dan merasa lapar. Sampai malam mereka kebingungan mencari emaknya. Barulah pada keesokan harinya setelah mereka pergi ke tepi sungai, mereka menemukan ujung rambut Mak Minah yang terurai ditelan batu batangkup. “Wahai Batu batangkup, kami membutuhkan emak kami. Tolong keluarkan emak kami dari perutmu,” ratap mereka. “Tidak!!! Kalian hanya membutuhkan emak saat kalian lapar. Kalian tidak pernah menyayangi dan menghormati emak,” jawab Batu batangkup. Mereka terus meratap dan menangis. “Kami berjanji akan membantu, menyayangi dan menghormati emak,” janji mereka. Akhirnya batu batangkup pun mengabulkan ratapan ketiga anak Mak Minah. Mak Minah dikeluarkan dari tangkupan batu batangkup. Mereka pun menjadi rajin membantu emak dan menyayangi Mak Minah. Akan tetapi, hal tersebut ternyata tidak bertahan lama. Beberapa waktu kemudian mereka berubah sifat kembali seperti semula. Suka bermain-main dan malas membantu orang tua.
Mak Minah pun kembali sedih. Ia lalu mengunjungi lalu batu batangkup di tepi sungai. Ia kemudian ditelan lagi oleh batu batangkup tersebut. Anak-anak Mak Minah masih terus sibuk bermain-main. Menjelang sore hari, barulah mereka sadar bahwa emak mereka tak ada lagi. Mereka pun kembali mengunjungi batu batangkup di tepi sungai sambil meratap meminta agar emak mereka dikeluarkan oleh batu batangkup. Akan tetapi, kali ini batu batangkup sudah marah. Ia lalu berkata “Kalian memang anak nakal. Penyesalan kalian kali ini tidak ada gunanya,” kata batu batangkup. Batu batangkup pun masuk ke dalam tanah dan sampai sekarang tidak pernah muncul kembali.

Berdasarkan cerita “Legenda Batu Batangkup” temukanlah unsur-unsur ceritanya!
Tema:

Latar:

Tokoh:

Penokohan/watak:

Alur:
Bagian awal cerita:

Bagian tengah cerita:

Bagian akhir cerita:

Amanat: